Lovely boarding house
Senin, 26 November 2012
16.01 WIB
Masih diliputi langit yang sendu,
Baru saja kuselesaikan novel Ranah 3 Warna yang luar biasa inspiratif.
Membuka mata, hati, dan pikiran untuk melihat dunia yang luas ini. Melintasi dunia dengan sebuah mimpi, dan tentunya usaha yang sungguh-sungguh ditemani kesabaran dan keyakina pada Allah SWT.
Sejak kecil, aku memang suka membaca. Orang tuaku mengajarkanku bahwa dengan membaca bisa menambah pengetahuan kita. Berlangganan majalah Bobo sejak kelas 1 SD menjadikanku seorang anak yang haus akan pengetahuan dan menjadi pengkhayal sejati.hehehe...
Setiap bagian dari majalah itu aku baca semua, tak terlewatkan sedikitpun. Sampai ke bagian redaksi majalahnya pun aku baca. Dan dari situ terbesit sebuah keingin untuk menjadi salah satu orang yang bekerja di bagian redaksi majalah. Menulis cerpen pun aku jadikan hobi baru, menulis khayalan dan menggambar. Aku pun pernah menggambar berbagai macam model baju untuk aku tunjukkan pada teman sebangkuku waktu aku baru pertama masuk di SMP.
Imajinasiku pun tak mau kalah, ia ingin selalu aku tuliskan dalam selembar kertas. Berawal dari dongeng-dongeng dan cerita non fiksi, aku terbius untuk menjamah dunia khayalku. Harry Potter, buku ini pertama kali dikenalkan seorang kakak saat aku berkunjung ke toko buku Gramedia di Bandung. Saat itu aku masih kelas 5 SD. Awalnya aku tidak begitu tertarik pada Novel Harry Potter itu. Menurutku bukunya terlalu tebal dan bahasanya cukup berat untuk kupahami. Tapi setelah ku buka halaman pertama dan kumulai membacanya, aku mulai terhanyut ke dalamnya. Imajinasiku bekerja. Tak butuh waktu lama bagiku untuk menyelesaikan cerita Harry Potter and Soccere's Stone. Aku selalu ketagihan untuk menunggu seri-seri berikutnya.
Waktu kelas 2 SMP, aku mengajak 5 teman dekatku untuk menulis sebuah cerita dalam sebuah buku sekolah yang paling tipis.Hehe. Akhirnya kami memutuskan untuk menuliskan cerita di buku dengan 38 halaman. Dalam waktu 3 bulan kami menyelesaikan masing-masing cerita kami yang yang selanjutnya kami sebut Novel pendek. Ahaha... Setelah membaca novel masing-masing secara bergantian. Akhirnya disimpulkan bahwa novel kami amatiran. Gaya bahasa kami pun masih kurang konsisten. Tapi itu semua benar-benar menjadi hasil karya kami.
Setelah ajang membuat novel tersebut, aku kenalkan pada temanku Novel Harry Potter yang aku pinjam dari perpustakaan sekolah, waktu itu sudah sampai seri ke 4. Beberpa dari temanku pun mulai menyukainya. Sampai pada waktu kelas 3 SMP, kamu membuat semacam komunitas kelas dengan nama HOVESA, ide dari salah satu temanku ini memiliki kepanjangan Hogwarts Versi Kelas 3A.HEHEHE
Waktu SMA, aku membaca The Lord Of ThE Ring, Narnia.. Tapi dari situ aku mulai berubah haluan, sejak ku tau novel Laskar Pelangi. Sebuah novel fiksi yang inspiratif. Aku jadi mulai menyukai novel Fiksi, yang awalnya menurutku membosankan. Dan sekarang Aku menyukai Novel Negeri 5 Menara, dan aku baru saja menyelesaikan Ranah 3 Warna.
Aku ingin jadi seperti Ikal. Aku ingin bisa seperti Alif. Yang bisa menjejakkan kakinya di negara lain, bahkan benua lain melalui sebuah mimpi. Tapi tentu mereka bukan orang-orang biasa. Usaha yang ekstra keras juga yang merangkai mimpi mereka.
Ehm, tapi setelah aku pikir-pikir kedua tokoh itu laki-laki. Aku butuh Novel Inspiratif lagi yang tokoh utamanya perempuan. hehehe
Atau aku akan cari seorang pria yang punya mimpi dan telah mendesain masa depannya untuk di jadikan seorang pendamping hidup yang bisa bisa menginspirasiku sepanjang waktu. Aamiiin... hehehe^^
#Gakjelas intinya ceritanya apa... nagalir aja...ahahahha...
Senin, 26 November 2012
16.01 WIB
Masih diliputi langit yang sendu,
Baru saja kuselesaikan novel Ranah 3 Warna yang luar biasa inspiratif.
Membuka mata, hati, dan pikiran untuk melihat dunia yang luas ini. Melintasi dunia dengan sebuah mimpi, dan tentunya usaha yang sungguh-sungguh ditemani kesabaran dan keyakina pada Allah SWT.
Sejak kecil, aku memang suka membaca. Orang tuaku mengajarkanku bahwa dengan membaca bisa menambah pengetahuan kita. Berlangganan majalah Bobo sejak kelas 1 SD menjadikanku seorang anak yang haus akan pengetahuan dan menjadi pengkhayal sejati.hehehe...
Setiap bagian dari majalah itu aku baca semua, tak terlewatkan sedikitpun. Sampai ke bagian redaksi majalahnya pun aku baca. Dan dari situ terbesit sebuah keingin untuk menjadi salah satu orang yang bekerja di bagian redaksi majalah. Menulis cerpen pun aku jadikan hobi baru, menulis khayalan dan menggambar. Aku pun pernah menggambar berbagai macam model baju untuk aku tunjukkan pada teman sebangkuku waktu aku baru pertama masuk di SMP.
Imajinasiku pun tak mau kalah, ia ingin selalu aku tuliskan dalam selembar kertas. Berawal dari dongeng-dongeng dan cerita non fiksi, aku terbius untuk menjamah dunia khayalku. Harry Potter, buku ini pertama kali dikenalkan seorang kakak saat aku berkunjung ke toko buku Gramedia di Bandung. Saat itu aku masih kelas 5 SD. Awalnya aku tidak begitu tertarik pada Novel Harry Potter itu. Menurutku bukunya terlalu tebal dan bahasanya cukup berat untuk kupahami. Tapi setelah ku buka halaman pertama dan kumulai membacanya, aku mulai terhanyut ke dalamnya. Imajinasiku bekerja. Tak butuh waktu lama bagiku untuk menyelesaikan cerita Harry Potter and Soccere's Stone. Aku selalu ketagihan untuk menunggu seri-seri berikutnya.
Waktu kelas 2 SMP, aku mengajak 5 teman dekatku untuk menulis sebuah cerita dalam sebuah buku sekolah yang paling tipis.Hehe. Akhirnya kami memutuskan untuk menuliskan cerita di buku dengan 38 halaman. Dalam waktu 3 bulan kami menyelesaikan masing-masing cerita kami yang yang selanjutnya kami sebut Novel pendek. Ahaha... Setelah membaca novel masing-masing secara bergantian. Akhirnya disimpulkan bahwa novel kami amatiran. Gaya bahasa kami pun masih kurang konsisten. Tapi itu semua benar-benar menjadi hasil karya kami.
Setelah ajang membuat novel tersebut, aku kenalkan pada temanku Novel Harry Potter yang aku pinjam dari perpustakaan sekolah, waktu itu sudah sampai seri ke 4. Beberpa dari temanku pun mulai menyukainya. Sampai pada waktu kelas 3 SMP, kamu membuat semacam komunitas kelas dengan nama HOVESA, ide dari salah satu temanku ini memiliki kepanjangan Hogwarts Versi Kelas 3A.HEHEHE
Waktu SMA, aku membaca The Lord Of ThE Ring, Narnia.. Tapi dari situ aku mulai berubah haluan, sejak ku tau novel Laskar Pelangi. Sebuah novel fiksi yang inspiratif. Aku jadi mulai menyukai novel Fiksi, yang awalnya menurutku membosankan. Dan sekarang Aku menyukai Novel Negeri 5 Menara, dan aku baru saja menyelesaikan Ranah 3 Warna.
Aku ingin jadi seperti Ikal. Aku ingin bisa seperti Alif. Yang bisa menjejakkan kakinya di negara lain, bahkan benua lain melalui sebuah mimpi. Tapi tentu mereka bukan orang-orang biasa. Usaha yang ekstra keras juga yang merangkai mimpi mereka.
Ehm, tapi setelah aku pikir-pikir kedua tokoh itu laki-laki. Aku butuh Novel Inspiratif lagi yang tokoh utamanya perempuan. hehehe
Atau aku akan cari seorang pria yang punya mimpi dan telah mendesain masa depannya untuk di jadikan seorang pendamping hidup yang bisa bisa menginspirasiku sepanjang waktu. Aamiiin... hehehe^^
#Gakjelas intinya ceritanya apa... nagalir aja...ahahahha...
